Eramuslim.id – Pengusutan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang meresahkan masyarakat Indonesia ternyata belum tuntas. Buktinya, terbaru di Nusa Tenggara Timur (NTT) kasus TPPO ini makin menjadi-jadi.
Barisan Aktivis Timur (BAT) pun berencana akan menggelar aksinya jelang dan saat KTT ASEAN berlangsung di Jakarta.
Mereka mendesak kepada pihak Kepolisian untuk lebih serius menangani kasus pekerja migran Indonesia, salah satunya terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan usut tuntas sampai ke akar-akarnya.
“Kami minta Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus secara serius agar kasus TPPO bisa di usut secara tuntas. KTT ASEAN jadi momen penting untuk berbenah agar TPPO bisa menjadi perhatian semua negara. BAT akan menyuarakan hal tersebut saat momen KTT ASEAN di Jakarta,” tegas Ketua BAT Prisko, Rabu (30/8/2023).
BAT juga mendorong agar pengusutan kasus TPPO bisa dibuka secara terang benderang sebab pengusutannya masih jalan ditempat.
“Kami juga meminta Pemerintahan Jokowi memberikan instruksi khusus ke semua jajaran agar bisa memberikan pencegahan kasus TPPO & tindak tegas jika ada oknum yang menjadi beking kasus TPPO,” tukasnya.
Untuk diketahui, masyarakat yang berangkat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal, banyak yang pulang dalam kondisi meninggal dunia. Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2023, jumlah PMI asal NTT yang meninggal dunia mencapai 100 orang. Mereka ditengarai sebagai korban perdagangan orang.







