Eramuslim.id – Harga minyak goreng kemasan sampai saat ini masih mahal, walau pemeritah sudah membuka keran ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan menggelontorkan minyak goreng curah Rp14.000 per liter.
Melihat kondisi ini, Analis Kebijakan Publik dari SUDRA (Sudut Demokrasi Research & Analysis), Afditya Iman Fahlevi meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengevaluasi Menteri yang mengurusi permasalahan ekonomi.
Dan juga menyerukan agar para menteri yang mengurusi permasalahan minyak goreng itu lebih baik mundur dari jabatannya.
“Menteri-menteri yang urus perekonomian harusnya bisa menangani masalah ini hingga tuntas, bukan malah roadshow Nyapres. Selesaikan dulu urus minyak goreng yang harganya masih mahal,” ujar dia, Minggu (12/6/2022).
“Kalau punya budaya malu sayangnya pejabat di negeri ini gaada budaya malu. Seperti di Jepang kalo, terhormat (lebih baik) mundur daripada menunggu-nunggu tetap tidak di reshuffle itukan kurang elok ya. Lebih baik kalau gagal mundur saja,” jelasnya.
Meski presiden Joko Widodo memiliki hak prerogatif untuk menata ulang menterinya, namun Didi lebih menyarankan agar menteri yang merasa gagal untuk segera mengundurkan diri.
“Menteri-menteri gagal yang tidak fokus saya kira alangkah baiknya jika punya budaya malu karena gagal, tidak fokus alangkah baiknya kalau mundur saja. Kalau menurut saya gausah menunggu reshuffle,” tutupnya.







